Tulisan Muhiddin M Dahlan tentang Jurnaisme Pamflet, sebuah perbandingan jurnal-jurnal, koran dan media di awal-awal kebangkitannya di Indonesia dengan media kontemporer boemipoetra.

boemipoetra

cover buku boemipoetraoleh Muhidin M Dahlan

 

Ketika menerima bundelan utuh djoernal sastra boemipoetra (2012), yang terbayang adalah jurnal yang isinya mengajak berkelahi dengan tangan terus terkepal sebagaimana tercetak di sampulnya. Bundel ini berisi 21 edisi boemipoetra selama lima tahun berkiprah (2007-2012) di lapangan sastra Indonesia.

Banyak yang mencibir bahasa yang digunakan boemipoetra urakan, liar, dan jalanan. Bahkan penuh fitnah. Kata-kata “sampah”, “monyet”, dan sederet kata-yang-menuding dengan mudah kita temukan. Namun, banyak pula yang melihatnya sebagai cambuk api di tengah kelesuan dunia kesesasteraan yang mengarah pada monolitisme.

Sikap boemipoetra jelas, seperti jargon mereka: boekan milik antek imperialis. Ini djoernal yang dikelola orang-orang melarat yang dengan enteng menyebut nama persona dan komunitas lawan yang mereka harus tinju karena menjadi dominator, manipulatif, agen liberalisme di lapangan kebudayaan.

Melawan kekuatan sastra dengan sokongan dana melimpah seperti itu, boemipoetra memilih corak berbahasa yang lain sama sekali dengan jurnal-jurnal sastra yang sudah ada. Mereka memilih jurnalisme pamflet.

Lihat pos aslinya 880 kata lagi

Tentang Irwan Bajang

Penulis dan Editor. Juru masak pedans ultraortodoks
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s