Buku Indie Lagi: Tralala Trilili Namanya

KTNSebuah komunitas sastra di Jogja, Komunitas Tanpa Nama (KTN) ingin menerbitkan buku, sebagai pengikat komunitas mereka. Lalu mereka sepakat mengumpulkan tulisan berupa sejumlah puisi, cerpen, essai, flash fiction dan lain sebagainya. Kebetulan di antara mereka beberapa ada yang bekerja di penerbitan buku, sebagai editor, jadi untuk cover, editing, froofing, mereka menggunakan kekuatan sendiri, tanpa harus minta bantuan orang lain. Maka setelah bahan-bahan tulisan mereka terkumpul, mereka memutuskan untuk menerbitkan buku itu melalui jalur “Indie Label”. Sangar, kan?
Buku itu diberi judul Tralalatrilili. Dengan semangat menggebu, mereka mendatangi penyair Saut Situmorang ke rumahnya, dan meminta ia memberi sebuah catatan penutup untuk kumpulan tulisan itu. Saut pun setuju, dan memberi sebuah catatan penutup dengan judul Sastra Kampus, Sastra Underground, sebuah essai yang mengkritisi posisi mahasiswa dan corak sastra yang mereka hadirkan di tengah situasi social masyarakatnya.
Alhasil, setelah mengumpulkan sejumlah uang, entah dari tabungan atau uang saku mereka, dan setelah berjuang tak kenal lelah, buku itupun kini telah terbit dan dijualkan pula secara indie oleh mereka. Ada sebelas orang penulis di dalamnya: Arfin Rose, Dimas Prastisto, Mega Aisyah Nirmala, Mega Ayu Krisandi Dewi, Dhaniel Gautama, Arie Oktara, Rizal Fernandez, Amier Chan, Irwan Bajang, Djali Gafur, Anita Sari.
Ini adalah satu lagi bentuk buku indie yang berani tampil di tengah hingar bingar bisnis buku yang semakin market oriented. Penerbit mana yang mau menerbitkan buku kumpulan tulisan dari manusia-manusia tak terkenal seperti mereka ini? Mungkin bagi penerbit, buku ini tak akan memeberi hasil jika diterbitkan, hanya menambah ongkos produksi dan menyurutkan penghasilan. Tapi tidak buat lascar KTN, buku ini adalah sebuah semangat dan sebuah anak bersama yang mereka rawat dan jaga. Sebuah kebanggaan bagi mereka untuk memiliki sebuah buku bersama-sama. Mereka mulai menulis, menerbitkan juga mengedaran buku ini dengan semangat Indie, semangat muda yang menyala-nyala.
Apakah Anda tidak tergugah? Siapkan tulisan Anda dan majulah dengan semangat indie!
Berikut ini, sebuah kata pengantar yang mereka tulis untuk bukunya.

Anak Kami Bernama Tralalatrilili

Barangkali kami tak punya cita-cita yang besar ketika memulai berkumpul dan berproses, lalu berniat untuk melahirkan anak bersama kami ini. Tapi begitulah, kami memang tak punya banyak impian kala itu, selain bermimpi anak kami ini lahir dan bisa bermain bersama orang-orang yang kelak (mau) menjadi teman, sekadar kenalan atau bahkan kelaknya bermusuhan. Kami menjaga setiap proses kelahirannya, memberinya gizi yang (barangkali cukup) seimbang, sembari berdoa, kelak anak kami ini menjadi jejak sejarah keberadaan kami. Menjadi cerita bahwa kami pernah ada dan pernah sedikit bermimpi.
“Kenapa Tralala Trilili?”
“Pertanyaan Anda aneh sekali, tolong jangan tanyakan itu.”
“Kenapa? Saya mau tahu!”
Waduh, baiklah, akan kami coba jawab seadanya. Tralala Trilili barangkali representasi dari imajinasi nakal kami. Imajinasi yang kadang tak terbendung, kadang garing, aneh, gila bahkan konyol dan tak masuk akal. Tapi percayalah jika imajinasi itu kadang kami rindukan sendirian di pojok kamar kami. Kami jadikan bahan hiburan saat sedih dan patah hati. Kami merangkai tulisan-tulisan ini di kamar-kamar kami, ditemani kopi dan insomnia barangkali. Sesekali di kampus, seringnya di warung tempat kami makan, di kantin, di halaman, saat putus cinta,
saat dapat beasiswa, atau saat bersebrangan pilihan dengan pacar, suami atau istri salah satu di antara kami.
Dari situ kami yakin TralalaTrilili ini lahir. Dia bukan anak yang dahsyat, yang jika dibaca akan membuat mata berkaca-kaca, atau membuat kemarahan Anda meledak-ledak. Ia hanyalah kumpulan keceriaan sekaligus kegelisahan. Sebuah perpaduan sifat yang sungguh sangat bertolak belakang. Jadi harap maklum jika seusai (atau bahkan sebelum) membacanya, Anda sudah tidak suka dan ingin menyobek atau membuangnya.
Tapi begitulah, dengan segala kerendahan hati kami, tapi juga dengan penuh kebanggaan, melahirkannya, memberinya nama dan berjanji akan menjaganya. Kelak akan kami asuh di tengah-tengah Anda semua. Kami tak ingin berharap banyak, karena keterbatasan dan ketololan kami. Kami hanya ingin kelak anak kami, Anda dan juga kami mengingat dua kalimat yang pernah ditulis oleh Chairil Anwar: Lahir seorang besar dan tenggelam beratus ribu. Keduanya harus dicatet, keduanya dapat tempat.
Kami hanya ingin tersenyum menyambutnya. Memperkenalkannya pada banyak orang. Dan tanpa malu mengaku bahwa kamilah bapak dan ibunya.

Salam sehat selalu untuk Anda.

KTN

Tentang Irwan Bajang

Penulis dan Editor. Juru masak pedans ultraortodoks
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag . Tandai permalink.

20 Balasan ke Buku Indie Lagi: Tralala Trilili Namanya

  1. Rendy berkata:

    Senang sekali ada yang berniat baik seperti ini. Salut!! maju terus!!!!!!!!!!!

  2. Ratu Gumelar berkata:

    Mau beli bukunyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa….

  3. Irwan Bajang berkata:

    Kalau serius mau, kami akan kirimkan bukunya, silakan kontak kami untuk konfirmasi pengiriman buku tersebut.
    Terimakasih telah care pada dunia indie book. Ayo dukung penulis2 muda!

  4. Tanpa Nama berkata:

    Ijin Copi Paste..Bung,
    Oh ia.. Chan berniat untuk Novel “Rumah Merah” Besok klo ke Jogja tak Kontak..🙂

    Best Regard’s

    Chan..

  5. Irwan Bajang berkata:

    Oke…
    sip deh kalau begitu..
    Ayo, kumpul, kita bahas penjualan buku kita bro!!

  6. Ive berkata:

    Harga bukunya ngga dikasih tau di sini ya?

  7. ini harganya 25 rebu, belum bikin aja katalaognya..ada kesibukan dikit neh..hehehe
    mau pesen?

  8. gautama berkata:

    mas bajang… saya mau pesen bukunya dua kardus bisa?
    saya mau bagi bagi gratis di sarkem je…

  9. Irwan Bajang berkata:

    boleh2…
    kalau di sarkem, pasti banyak banget yang baca ya…
    yukz!

  10. yayaz berkata:

    kyahahahhaa…emank kmu bikin buku porno juga po??kok ada yg maw jual di sarkem jugak…wew…proyek diem2 ni kyna..

  11. lanang celup berkata:

    weks saya blum dapet kok malah dah nyampe sarkem toh…
    oh saya mau buku nya, pembayaran bisa nyicil 5 bulan dengan bunga 0% yah hehe…

  12. Irwan Bajang berkata:

    @Yayas. Nah…yang bikin kerusuhan di sini kan si Gautama sialan itu…
    Tama, tunjukkan burungmu!!! hahahaha
    @Lanang Celup…di sini dah murah, kasian kawan2 yang indie diminta berkorban lagi..wehehehee
    buku Rumah Merah Kita di diskon 40%, dari harga 37.500 menjadi 20.000 hehehehehe
    mau gak?

  13. Irwan Bajang berkata:

    @Ive, katalog buku dan harganya ada di halaman galeri dan pembelian…
    cek aja di sini: https://indiebook.wordpress.com/galeri-dan-pembelian/

  14. Medica berkata:

    Sudah sy baca TralalaTrilili, hmmm…yummy isinya^^. Maju terus! Salut!!

  15. Langit Menghitam berkata:

    Bukunya bagus mas, Luar Biasa!
    Jadi pengen beli lagi, ketagihan ne!

    Katanya Sudah habis ya? Kapan cetakan ke 2? Ato buku KTN selanjutnya?
    Salut buat KTN!

  16. Langit Menghitam berkata:

    Tambah lagi, klo beli sama tanda tangan plus photo bareng bisa ga?
    Berapa duit?

  17. Irwan Bajang berkata:

    Tralala Trilili akan segera cetak ulang Boss, tunggu aja, lagian para penulis di sana lagi menyiapkan bukunya masing2..
    tunggu aja, nanti dapat tanda tangan (alias gampar) kalau mau..hehehehehehe
    tar foto plus ciuman juga…mau??

  18. Langit Menghitam berkata:

    Ouh.. anak KTN lgy pada sibuk yaks..
    Klo Photo bareng ama Amier Chan bisa ga yaks?
    Ya klo sibuk, tanda tangan ajah.. ntar Photo barengnya ama Om Bajang yang ganteng..

    ***

    Hiii….Inget gw laki Omm…
    Ternyata kamu masih belum juga normal..
    terus kekasihmu itu buat apa?
    Kamuflase?

  19. amir fawas berkata:

    kan bagus bgus buku no irwan, mele ite miek endah ne

  20. Irwan Bajang berkata:

    yoi, bagus so..beli engkekne…
    hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s