A man may die, nations ma…

A man may die, nations may rise and fall, but an idea lives on.
-John F. Kennedy

Posted in Uncategorized | 1 Komentar

Sayembara Buku Indie, Berhadiah Paket Penerbitan 140 Juta

Indie Book Corner sudah mengawal banyak penulis dalam mempublikasikan karyanya berupa buku. Dari panjangnya pengalaman tersebut, nyaris tidak ada halangan yang berarti bagi penulis. Mereka cukup mengantarkan naskahnya pada tim IBC, lalu proses penyuntingan dilakukan, ketika layout dan desain selesai kemudian naskah segera dipublikasikan (dicetak) menjadi buku. Salah satu permasalahan klasik, tentu saja adalah dana. Ada banyak penulis yang punya naskah bagus, bahkan bisa sendiri menyelesaikan layout dan cover bukunya, hanya saja terhenti dari segi pendanaan bukunya.

Sebenarnya mencetak 10 atau 20 eksemplar naskah tidaklah berat bagi sebagian orang. Namun oplah yang sedikit ini tentu saja berpengaruh pada penyebaran buku tersebut. Buku dengan oplah sedikit hanya tersebar di wilayah yang sempit pula.

Untuk itulah, Indie Book Corner sebagai sebuah gerakan sadar yang dibangun untuk memfasilitasi penerbitan karya penulis mencari solusi. Dengan menyediakan 140 juta untuk 5 orang pemenang terpilih, dengan seleksi yang fokus pada usaha independent sang penulis, maka IBC berharap, kendala-kendala finansial penulis akan bisa teratasi. Untuk itulah, Sayembara Buku Indie berhadiah paket penerbitan 140 juta rupiah ini akan menjadi kabar yang segar dan memacu banyak penulis untuk menulis dan menerbitkan karyanya.

Bagi para penulis yang tertarik untuk ikut dalam sayembara ini bisa mengirimkan dua eksemplar buku indie mereka ke alamat: Panitia Sayembara Buku Indie 2011, Indie Book Corner, Gambiran Baru UH 5 Gang Ksatria 2 no. 36. RT 45 RW 8 Umbulharjo Jogjakarta.

Persyaratan dan Ketentuan

  1. Lomba terbuka untuk umum, dengan batasan usia maksimal 30 tahun. Warga Negara Indonesia, dan melampirkan fotokopi kartu identitas (KTP/KTM/Kartu Pelajar/Paspor)
  2. Peserta harus bergabung dalam group Indie Book Corner dengan mengklik ‘like’ pada http://facebook.com/inibukuku; juga menjadi follower twitter @indiebookcorner
  3. Karya asli, bukan saduran, bukan terjemahan, dan bukan jiplakan
  4. Karya belum pernah dipublikasikan dalam buku antologi atau buku yang ditulis tunggal oleh pengarangnya, juga tidak pernah disertakan dalam lomba sejenis
  5. Tema dan bentuk tulisan bebas, menghadirkan materi yang menggugah, inspiratif dan membuktikan kemandirian
  6. Naskah diketik rapi, dilayout dan diprint dalam format ukuran buku A5 (ukuran standar buku) dengan jumlah halaman 80-200 halaman. Naskah diketik rapi 1 spasi dan diberi nomor halaman, dibuat seperti buku atau mirip buku. Naskah bisa diprint/fotokopi kemudian dijilid lem, jilid kawat (staples), jilid ring, atau jilid dalam bentuk apa saja selama menunjukkan naskah itu serupa buku.
  7. Naskah dijilid sebanyak dua eksemplar dan dimasukkan dalam amplop tertutup yang ditujukan kepada: Panitia Sayembara Buku Indie2011; d/a Indie Book Corner, Gambiran Baru UH 5, Gang Ksatria 2 no.36 RT. 45 RW. 08, Umbul Harjo Jogjakarta.
  8. Naskah disertai profil penulis yang berisi riwayat hidup, pengalaman menulis, contact person (HP/email/facebook/twitter)
  9. Peserta boleh mengirim lebih dari satu karya
  10. Karya kami terima paling lambat pada tanggal 9 Oktober 2011 (cap pos)
  11. Ketentuan dewan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat

Hadiah

  1. Sertifikat
  2. Tropi
  3. Hadiah paket penerbitan sejumlah 15 juta rupiah akan diberikan kepada 5 buku terbaik. Selanjutnya masing-masing dari kelima buku terbaik tersebut akan dicetak sebanyak 300 eksemplar, dengan pendanaan sebesar 3 juta rupiah untuk setiap naskah. Naskah akan dipasarkan dengan royalti sebesar 15 persen dari total harga buku yang terjual.
  4. Jika 300 buku habis dalam jangka waktu 75 hari, maka penulis akan mendapatkan kontrak penerbitan buku sejumlah 5000 eksemplar. Dengan total pendanaan masing-masing 25 juta rupiah dan dipasarkan secara luas dan merata ke seluruh Indonesia, serta jaringan penjualan Indie Book Corner di luar negeri.
  5. Pemenang juga akan mendapatkan voucer makan, belanja dan cetak buku, travel dan lain sebagainya dari sponsor sayembara ini.

Kriteria Penilaian:

a. Kualitas Naskah

Kriteria ini mencakup isi naskah secara umum. Mulai dari tema yang menginspirasi banyak orang serta gaya tutur yang menarik. Pada poin ini penilaian difokuskan pada tema dan gagasan yang ditulis dalam buku indie tersebut oleh pengarangnya. Kriteria ini bernilai 40 poin.

b. Kemasan Buku

Penilaian pada kriteria ini adalah bagaimana buku itu dipublikasikan secara mandiri oleh penulisnya. Naskah yang kami terima adalah naskah berupa buku dengan sistem pembuatan buku yang ditangani langsung oleh penulisnya. Penilaian difokuskan pada tampilan buku, bagaimana layout buku indie disuguhkan ke pembaca, cover yang menarik dan selaras dengan isi. Dalam hal ini penulis diperbolehkan bekerjasama dengan desainer, pelukis, tukang gambar, layouter atau siapa saja yang bisa membantu penulis menyuguhkan buku dengan ‘perwajahan’ yang menarik. Langkah ini juga diharapkan bisa memberi pelajaran bagi penulis, bahwa menerbitkan buku itu mudah dan mengajaknya menggandeng tenaga lain untuk mengikis sifat individualisme penulis. Kriteria ini bernilai 30 poin.

c. Kerapian Isi

Penilaian pada cerita ini terletak pada sentuhan isi sebuah naskah. Penulis yang baik setidaknya mengetahui aturan dasar EYD (Ejaan yang Disempurnakan), bagaimana membuat kalimat efektif, bagaimana menaruh tanda baca, koherensi antarbab, antarparagraf dan antarkalimat. Dalam hal ini, penulis bisa bekerjasama dengan teman, saudara atau siapa saja yang bisa memoles naskahnya menjadi lebih rapi, teratur dan nyaman dibaca. Penulis bisa bekerjasama dengan editor atau penyunting bahasa. Dari kriteria ini, diharapkan nanti penulis bisa lebih paham mengenai proses sebuah buku dilahirkan. Bukan sekadar selesai diketik lalu langsung dipublikasikan, tapi juga melalui pembaca pertama, menerima masukan dari orang lain, belajar bekerjasama dengan editor dan lain sebagainya. Poin kriteria ini adalah 30.

Pengumuman Pemenang

Lima (5) penulis dengan total nilai terbanyak akan dipilih sebagai pemenang, diumumkan 15 hari setelah lomba ditutup. Para pemenang akan dihubungi dan diundang dalam acara launching 5 buku indie terbaik  secara serempak. Pengumuman pemenang akan disampaikan lewat semua jejaring social yang dimiliki Indie Book Corner, log dan website, radio serta majalah dan surat kabar. (Irwan Bajang)

Posted in Uncategorized | Tagged , | Tinggalkan komentar

Sayembara Buku Indie 140 Juta

Dalam rangka merayakan ulang tahun yang kedua, sekaligus memberikan support yang besar terhadap berjalannya kegiatan tulis-menulis, terutama dalam hal publikasi tulisan ke dalam bentuk buku secara mandiri, Indie Book Corner (IBC) akan menyelenggarakan Sayembara Buku Indie dengan total hadiah berupa paket penerbitan senilai 140 juta rupiah. Sayembara ini digelar selama satu bulan, dimulai dari tanggal 9 September sampai 9 Oktober 2011.

Dalam sayembara kali ini, IBC akan memfokuskan kegiatan peserta pada proses pembuatan buku secara mandiri oleh penulisnya. Berbeda dari lomba-lomba menulis kebanyakan, yang hanya meminta peserta mengirimkan manuskrip naskah mentah yang hanya dijilid seadanya, pada lomba ini IBC menyaratkan pengiriman naskah berupa buku. Sayembara ini adalah sayembara buku indie, jadi penulis akan memproduksi sendiri tulisannya menjadi buku, baru kemudian diikutkan sayembara untuk dinilai buku siapa yang terbaik.

 

Adapun penilaian buku indie tersebut adalah tiga kategori. Kriteria pertama adalah ‘kualitas naskah’, kriteria ini mencakup isi naskah secara umum. Mulai dari tema yang menginspirasi banyak orang serta gaya tutur yang menarik. Fokuskan penilaian ada pada tema dan gagasan yang ditulis dalam buku indie tersebut oleh pengarangnya. Kriteria ini bernilai 40 poin.

Kedua, ‘kemasan buku’, penilaian pada kriteria ini adalah bagaimana sebuah buku dipublikasikan secara mandiri oleh penulisnya. Naskah yang diterima terima adalah naskah berupa buku dengan sistem pembuatan buku yang ditangani langsung oleh penulisnya. Penilaian difokuskan pada tampilan buku, bagaimana layout buku indie disuguhkan ke pembaca, cover yang menarik dan selaras dengan isi. Dalam hal ini penulis diperbolehkan bekerjasama dengan desainer, pelukis, tukang gambar, layouter atau siapa saja yang bisa membantu penulis menyuguhkan buku dengan ‘perwajahan’ yang menarik. Langkah ini juga diharapkan bisa memberi gambaran nyata bagi penulis, bahwa menerbitkan buku itu mudah serta mengajaknya menggandeng tenaga lain untuk mengikis sifat individualisme penulis. Kriteria ini bernilai 30 poin.

Kriteria ketiga, adalah ‘kerapian isi’, penilaian pada kriteria ini terletak pada sentuhan isi sebuah naskah. Penulis yang baik setidaknya mengetahui aturan dasar EYD (Ejaan yang Disempurnakan), aturan-aturan standar menulis, bagaimana membuat kalimat efektif, bagaimana menaruh tanda baca, koherensi antarbab, antarparagraf dan antarkalimat. Penulis bisa bekerjasama dengan teman, saudara atau siapa saja yang bisa memoles naskahnya menjadi lebih rapi, teratur dan nyaman dibaca. Penulis bisa bekerjasama dengan editor atau penyunting bahasa. Dari kriteria ini, diharapkan nanti penulis bisa lebih paham mengenai proses sebuah buku dilahirkan. Bukan sekadar selesai diketik lalu langsung dipublikasikan, tapi juga melalui pembaca pertama, menerima masukan dari orang lain, belajar bekerjasama dengan editor dan lain sebagainya. Poin kriteria ini adalah 30.

Untuk Sayembara ini IBC akan menyediakan total dana 140 juta rupiah, yakni berupa paket penerbitan yang akan dihadiahkan pada penulis. Bagi 5 (lima) pengirim karya terbaik akan mendapatkan kontrak terbit lebih dari 5000 eksemplar dengan pendanaa satu naskah sampai 25 juta rupiah.

Pihak penyelanggara sayembara buku indie ini bermaksud membantu menekan halangan-halangan dalam mempublikasikan karya ke dalam bentuk buku.

Indie Book Corner sudah mengawal banyak penulis dalam mempublikasikan karyanya berupa buku. Dari panjangnya pengalaman tersebut, nyaris tidak ada halangan yang berarti bagi penulis. Mereka cukup mengantarkan naskahnya pada tim IBC, lalu proses penyuntingan dilakukan, ketika layout dan desain selesai kemudian naskah segera dipublikasikan (dicetak) menjadi buku. Salah satu permasalahan klasik, tentu saja adalah dana. Ada banyak penulis yang punya naskah bagus, bahkan bisa sendiri menyelesaikan layout dan cover bukunya, hanya saja terhenti dari segi pendanaan bukunya.

Sebenarnya mencetak 10 atau 20 eksemplar naskah tidaklah berat bagi sebagian orang. Namun oplah yang sedikit ini tentu saja berpengaruh pada penyebaran buku tersebut. Buku dengan oplah sedikit hanya tersebar di wilayah yang sempit pula.

Untuk itulah, Indie Book Corner sebagai sebuah gerakan sadar yang dibangun untuk memfasilitasi penerbitan karya penulis mencari solusi. Dengan menyediakan 140 juta untuk 5 orang pemenang terpilih, dengan seleksi yang fokus pada usaha independent sang penulis, maka IBC berharap, kendala-kendala finansial penulis akan bisa teratasi. Untuk itulah, Sayembara Buku Indie berhadiah paket penerbitan 140 juta rupiah ini akan menjadi kabar yang segar dan memacu banyak penulis untuk menulis dan menerbitkan karyanya.

Bagi para penulis yang tertarik untuk ikut dalam sayembara ini bisa mengirimkan dua eksemplar buku indie mereka ke alamat: Panitia Sayembara Buku Indie 2011, Indie Book Corner, Gambiran Baru UH 5 Gang Ksatria 2 no. 36. RT 45 RW 8 Umbulharjo Jogjakarta.

Untuk info lain yang belum jelas, bisa dilihat dan ditanyakan langsung di website Indie Book Corner di http://bukuindie.com/

Posted in Uncategorized | Tagged , | 3 Komentar

Lomba Menulis Berhadiah 140 juta rupiah

Pada ulang tahun Indie Book Corner yang kedua, yang jatuh pada tangga 9 September 2011 nanti, kami akan mengadakan lomba menulis (menerbitkan buku indie sendiri) dengan hadiah paket penerbitan senilai 140 juta rupiah hanya untuk 5 pemenang.

Bagaimana prosedurnya? Siapa saja yang boleh ikut? Tunggu saja ya. Yang penting sekarang adalah, siapkan naskah kalian, tunggu kejutan dari kami!

Salam
Indie Book Corner

Posted in Uncategorized | Tagged | 30 Komentar

Kumpulan Skenario Horror

Kalau selama ini kita sering mendengar penulis perempuan bernama Djenar Mahesa Ayu, nah kali ini Indie Book Corner memperkenalkan penulis mudanya yang bernama Mahesa Djenar. Ia bukan perempuan, ia adalah seorang lelaki tulen yang jenius dalam mengisahkan cerita-cerita horror dalam kemasan yang unik. Cerita-cerita horrornya mampu membuat kita tidak berani ke kamar mandi sendirian, bahkan terkadang cerita horrornya mampu membuat kita tertawa terbahak-bahak sampai membuat kita lupa mandi. Itulah keunikan tulisan karya Mahesa Djenar ini.
Continue reading

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , | 2 Komentar

Klorofil Kertas

Berada di tengah masyarakat marjinal sebagai seorang pendamping kelompok tani, membawa tokoh utama cerita ini ke dalam pengalaman-pengalaman luar biasa. Ia bertemu petani-petani polos yang tidak mengerti Bahasa Indonesia, menemukan daerah yang belum dialiri listrik sehingga pengolahan hasil panen terhambat, juga penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh sebagian orang sehingga merugikan orang lain. Miris, ia berusaha dengan tulus membebaskan petani-petani miskin ini dari kesulitan hidup.

Continue reading

Posted in Uncategorized | Tagged , , , | Tinggalkan komentar

Mafia Terakhir

Kalau mendengar kata mafia” sepertinya sudah tidak asing lagi di telinga kita. Lihat saja kasus-kasus mafia hukum dan pajak seperti yang dialami Gayus Tambunan atau Susno Duadji. Tapi kali ini kita tidak akan membahas dua orang itu, karena ada satu lagi cerita mafia yang jauh lebih keren! Inilah dia: Mafia Terakhir. Buku indie kali ini mengisahkan tentang kekonyolan seorang lelaki bernama M. Fadly Darmawan alias Dhidy, ia adalah mahasiswa Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian (yang lebih keren disebut Agribisnis) Universitas Hasanuddin angkatan 1997.
Continue reading

Posted in Uncategorized | Tinggalkan komentar

Anak-anak Perkasa yang Terlupakan

Kalau banyak orang bilang lebih enak kerja di kota metropolitan yang banyak uang, itu tidak berlaku bagi Lia, tokoh dalam Anak-anak Perkasa yang Terlupakan. Memang awalnya ia bekerja di sebuah perusahaan besar, dengan gaji yang besar pula, namun rupanya ia memilih jalan lain. Ia ditugaskan untuk membantu anak-anak menuntut ilmu di sebuah sekolah di daerah pedalaman Kalimantan. Awalnya ia sangsi, namun akhirnya ia menerima juga tugas untuk mengajar itu, karena toh menjadi guru adalah cita-citanya sewaktu kecil. Dan sekarang seolah impiannya terwujud. Ia merasa tertantang, apalagi konon anak-anak di pedalaman badung dan susah diatur.
Continue reading

Posted in Uncategorized | Tagged , , | Tinggalkan komentar